SEMARAK PERINGATAN HARI SANTRI MIN 3 MADIUN 2019
Hari santri merupakan simbol penghormatan pemerintah kepada para Santri dan Ulama' yang telah mencurahkan semangat jihad dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Peringatan ini, ditetapkan
oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta. Penetapan Hari Santri Nasional dimaksudkan untuk
meneladankan semangat jihad kepada para santri tentang keindonesiaan yang digelorakan para ulama.
Tanggal 22 Oktober merujuk pada satu peristiwa bersejarah yakni seruan yang
dibacakan oleh Pahlawan Nasional KH Hasjim Asy'ari pada 22 Oktober 1945. Seruan ini berisikan
perintah kepada umat Islam untuk berperang (jihad) melawan
tentara Sekutu yang ingin menjajah kembali wilayah Republik Indonesia pasca-Proklamasi
Kemerdekaan. Sekutu ini maksudnya adalah Inggris sebagai pemenang Perang Dunia
II untuk mengambil alih tanah jajahan Jepang. Di belakang tentaran Inggris, rupanya ada
pasukan Belanda yang ikut membonceng.
Aspek lain yang melatarbelakangi
penetapan HSN ini adalah pengakuan resmi pemerintah Republik Indonesia atas
peran besar umat Islam dalam berjuang merebut dan mempertahankan kemerdekaan
serta menjaga NKRI. Ini sekaligus merevisi beberapa catatan sejarah nasional,
terutama yang ditulis pada masa Orde Baru, yang hampir tidak pernah menyebut peran ulama dan
kaum santri.
Dalam memperingati HSN tahun 2019, MIN 3 Madiun mengadakan peringatan sederhana dengan mengadakan kegiatan Ceramah Agama dan Do'a bersama sesuai tema "Santri Indonesia untuk perdamaian Dunia". Do'a Shalawat Nariyah sebanyak 4.444 kali dibaca dengan khidmad dengan tujuan : Pertama; agar mendapat berkah bacaan Shalawat Nariyah serta memohon perlindungan kepada Allah SWT agar Bangsa Indonesia diselamatkan dari segala macam ancaman baik dari dalam maupun luar Negeri, setra menjadi negara yang Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghofur. Kedua; Mengenang jasa-jasa para pahlawan dan mendo'akan para syuhada' pembela kedaulatan NKRI, utamanya para Ulama' selain kita kenang jasa-jasa mereka, juga wajib kita teladani.
Shalawat Nariyah 4.444 kali dibaca karena selain banyak keutamaannya, juga diyakini oleh para santri, dengan izin Allah SWT dapat melepaskan dari segala macam kesusahan dan cobaan, karena itu Shalawat Nariyah juga dikenal dengan nama shalawat Tafrijiyyah. amalan shalawat Nariyah disusun oleh seorang sufi asal Maroko bernama Syeikh Ibrahim At Tazy al Maghriby. Arti asala dari Nariyah adalah sebangsa Api; jadi siapa saja yang mengamalkan shlawat ini sebanyak 4.444 kali dalam satu majlis (tidak diselingi dengan kegiatan lainnya) dan dalam keadaan suci dengan hajat yang mendesak, seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga atau hajat yang lain, maka Allah akan mengabulkan dengan cepat sebagaimana kayu bakar dilalap api (Wallahu A'am bis shawab). hal ini sebagaimana dikutip dari kitab Khazinatul Asrar karya Syeikh Muhammad Haqqi Nazli.
Semoga santri Indonesia semakin mampu memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan Bangsa dan Negara Republik Indonesia, bahkan mampu menhadirkan perdamaian Dunia. Amin ya mujibas sa_ilin
Bangga menjadi Muslim, Bangga menjadi Santri Indonesia